Pengaruh dan Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya

Berikut adalah pembahasan tentang Dampak globalisasi dalam bidang sosial budaya, dampak globalisasi di bidang sosial budaya, dampak positif globalisasi di bidang sosial budaya, pengaruh globalisasi di bidang sosial budaya, dampak globalisasi di bidang budaya, pengaruh globalisasi terhadap sosial budaya, dampak globalisasi di bidang sosial.

Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya

Globalisasi merupakan sebuah gejala yang terjadi di sini, dalam kehidupan kita. Globalisasi itu mempengaruhi kehidupan kita dalam banyak hal.

Tidak bisa dielakkan bahwa kehidupan kita diubah ketika kekuatan globalisasi masuk ke dalam masyarakat kita, baik melalui sarana-sarana yang bersifat impersonal (tidak secara langsung melalui perantaraan manusia), seperti media massa, internet dan kebudayaan, maupun individu-individu dari negara atau kebudayaan lain.

Globalisasi mengubah bentuk kehidupan keseharian kita secara mendasar. Anthony Giddens
mengemukakan dampak sosial budaya globalisasi bagi kehidupan kita secara lebih mendalam.

Pengaruh globalisasi dalam bidang sosial budaya tampak pada meningkatnya individualisme, perubahan pola kerja, dan meningkatnya budaya pop.

a. Meningkatnya individualisme

Dulu kesempatan individu untuk menentukan dirinya sendiri dibatasi oleh masyarakatnya, entah oleh tradisi maupun oleh kebiasaan-kebiasaan. Waktu itu kebebasan individu dibatasi oleh beberapa hal seperti status, jenis kelamin, suku, dan agama.

Seorang yang lahir sebagai perempuan di desa terpencil biasanya tidak akan sekolah sampai tingkat tinggi serta bekerja di luar rumah. Kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dan bekerja luar rumah hanya dimiliki kaum laki-laki. Kaum perempuan hanya melakukan aktivitas di rumah.

Karena keterbatasan-keterbatasan di atas, dulu identitas pribadi dibentuk dan disesuaikan dengan tuntutan komunitas setempat di mana ia dilahirkan dan dibesarkan. Nilai, gaya hidup, dan penilaian mengenai baik dan buruk dibentuk oleh komunitas masing-masing.

Di era globalisasi ini, kesempatan individu untuk mengatur dan menentukan yang baik bagi dirinya sendiri sangat terbuka lebar. Di bawah kondisi globalisasi, kita dihadapkan pada apa yang disebut individualisme baru di mana orang secara aktif dan bebas membentuk diri mereka sendiri dan menentukan identitas mereka sendiri.

Tradisi dan nilai-nilai masyarakat perlahan-lahan ditinggalkan begitu seseorang bergaul dan berinteraksi dengan tantangan global. Norma-norma masyarakat yang sebelumnya menjadi pedoman bagi seseorang bertindak perlahan- lahan berubah menjadi longgar.

Dewasa ini, misalnya anak seorang tukang jahit tidak akan otomatis menjadi tukang jahit, melainkan bisa memilih beragam pekerjaan lain untuk masa depannya, dan kaum perempuan tidak lagi terbatas sebagai orang rumahan.

Globalisasi memaksa orang hidup dengan cara yang lebih terbuka. Ini berarti bahwa kita terus-menerus menjawab dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang selalu berubah.

b. Pola kerja

Globalisasi membawa perubahan yang mendalam dalam dunia kerja. Pola perdagangan internasional yang baru dan kecenderungan ke arah ekonomi berbasis pengetahuan mempunyai dampak yang luar biasa besar bagi pola kerja. Perdagangan global dan berbagai bentuk teknologi baru berdampak besar bagi pabrik-pabrik tradisional.

Pekerja-pekerja tanpa keterampilan, yang semula ditampung di industri-industri tradisional akan tersingkir. Mereka akan digantikan oleh pekerja-pekerja yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan industri modern.

Akibat mudahnya transportasi dan migrasi lintas negara, banyak tenaga kerja yang memilih ke luar dari negara asal untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Hal ini bisa menjadi ancaman bagi negara asal, karena mengurangi sumber daya manusia dan sumber devisa. Bagi negara tujuan, hal ini juga dapat mengancam, karena memperketat persaingan tenaga kerja.

Kalau dulu, seumur hidup orang bekerja pada satu majikan, sekarang orang memiliki banyak kesempatan untuk berganti-ganti pekerjaan selama hidupnya.

Orang memiliki kesempatan berpindah pekerjaan sesuai keinginannya. Hal itu berarti mereka memiliki kesempatan lebih banyak untuk menambah keterampilan dan kemampuan baru yang dibutuhkan dalam dunia kerja yang semakin kompleks.

Dewasa ini orang melihat unsur kepuasan dan aktualisasi diri sebagai unsur yang sangat menentukan dalam memilih pekerjaan. Kalau dulu orang lebih merasa nyaman sebagai karyawan tetap di suatu perusahaan, dewasa ini banyak orang merasakan hal itu sebagai belenggu. Banyak orang lebih memilih pekerjaan paruh waktu (part time) yang lebih fleksibel.

Peran perempuan dalam dunia kerja berkembang dan semakin luas. Pekerjaan yang pada masa lalu dianggap sebagai hanya untuk laki-laki sekarang banyak ditangani kaum perempuan. Hal ini membawa perubahan cara pandang terhadap kaum perempuan.

Karier yang bagus, kesibukan pekerjaan yang menuntut konsentrasi serta energi ekstra, serta kesempatan untuk mendapat pendidikan lanjut. Tidak seperti masyarakat tradisional, yang melihat perempuan hanya sebagai sarana penerus keturunan, saat ini perempuan mendapatkan kesempatan untuk memilih nasib.

Suami yang dahulu didapuk hanya untuk mencari nafkah, kini pun berubah. Pekerjaan di rumah dibagi bersama. Istilah ‘pekerjaan perempuan’ dan ‘pekerjaan laki-laki’ pun perlahan menghilang.

Konsekuensi lain adalah meningkatnya rasa ketidakpastian dan ketidaknyamanan. Ketika pekerjaan dapat dipindahkan dengan mudah dari satu negara ke negara yang lain, sedikit sekali pekerjaan yang aman.

Ketika perekonomian dunia makin terkait satu sama lain, berita buruk yang terjadi di negara yang satu bisa menjadi berita buruk bagi semua negara. Peristiwa serangan teroris ke World Trade Center di New York, 11 September 2001 misalnya, memiliki konsekuensi ekonomi bagi hampir semua keluarga di muka bu-mi ini.

c. Kebudayaan pop

Karena globalisasi, citra (image), gagasan, dan gaya hidup baru menyebar dengan cepat ke seluruh pelosok dunia. Perdagangan, teknologi informasi baru, dan migrasi global telah memberi kontribusi besar bagi penyebaran citra (image), gagasan, dan gaya hidup baru tersebut melintasi batas-batas negara.

Banyak orang percaya bahwa kita sekarang hidup dalam suatu tatanan informasi tunggal, yaitu sebuah jaringan global yang bisa diakses secara cepat dalam jumlah banyak.

Apakah Anda pernah menonton film Titanic? Film Titanic hanyalah satu dari sekian banyak produk budaya yang sukses menarik perhatian lintas negara. Apa hubungan antara kesuksesan film Titanic dengan globalisasi?

Hubungannya terletak pada serangkaian gagasan dan nilai yang disebarkan oleh film Titanic ke seluruh dunia. Salah satu tema yang diangkat adalah kemungkinan cinta romantis antara dua anak manusia dari kelas dan tradisi berbeda.

Meski gagasan seperti itu telah banyak diterima di dunia Barat, di sebagian besar dunia yang lain hal itu masih dianggap tabu. Film Titanic telah menyebarkan nilai baru soal perkawinan dan hubungan antarpribadi.

Globalisasi memiliki konsekuensi-konsekuensi lain bagi dunia secara keseluruhan. Salah satunya adalah homogenitas atau kesamaan yang lebih besar dalam produk-produk yang dijual dan dibeli di seluruh dunia.

0 Response to "Pengaruh dan Dampak Globalisasi di Bidang Sosial Budaya"

Post a Comment