Macam-macam Bentuk Kerjasama Antarnegara di Bidang Ekonomi

Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara sangat didukung oleh meluasnya perdagangan, baik yang bersifat regional maupun internasional.

Pentingnya Kerjasama Antarnegara

Negara-negara yang terlibat dalam kerja sama tersebut akan terbantu memecahkan persoalan-persoalan ekonomi yang dihadapi.

Di samping itu, negara-negara yang masih dalam tahap perkembangan dapat belajar atau melakukan alih teknologi dari negara-negara maju demi memajukan negaranya.

Semua negara di dunia ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa kerja sama dengan negara lain, karena dikondisikan oleh adanya saling ketergantungan, sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara.

Kerja sama ekonomi antarnegara merupakan salah satu bentuk kerja sama yang ada di dunia. Sama seperti manusia yang tidak dapat hidup sendiri, melainkan hidup berkelompok, demikian pula negara.

Negara juga selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, salah satunya dengan melakukan hubungan dan kerja sama dengan negara lain.

Negara yang ingin mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyat pada dasarnya tidak hanya mengutamakan kerja sama ekonomi antarnegara.

Tetapi perlu dilakukan kerja sama di bidang lain, seperti bidang sosial, politik, budaya, teknologi, ilmu pengetahuan, dan tenaga ahli. Kerja sama itu perlu dilakukan, karena setiap negara mempunyai perbedaan di bidang-bidang tersebut.

Misalnya, Singapura memperoleh hasil pertanian dari negara lain. Sebaliknya, negara tersebut menyediakan jasa pariwisata bagi warga asing yang hendak berpesiar.

Indonesia menyediakan bahan baku alam, dan bekerja sama dengan beberapa negara industri untuk mengolah bahan baku tersebut. Perbedaan tersebut menjadi pendorong kerja sama antarnegara.

Pendek kata, setiap negara di dunia berusaha memakmurkan rakyat. Untuk memakmurkan rakyatnya ternyata tidak cukup hanya dari sumber-sumber alam dan teknologi yang ada di dalam negeri.

Oleh sebab itu, suatu negara berusaha untuk melakukan hubungan kerja sama dengan negara lain. Suatu negara bisa saja dianggap istimewa bagi negara yang lain karena perbedaan-perbedaan seperti:
  1. letak geografis;
  2. iklim dan keadaan tanah;
  3. kekayaan sumber daya alam;
  4. tingkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi;
  5. ekonomi, sosial, dan budaya;
  6. sistem produksi, distribusi, dan konsumsi;
  7. sistem politik dan masih banyak lagi.

Pertukaran produksi, tenaga ahli dan pertukaran lainnya terjadi antara suatu negara dengan negara lainnya. Kekurangan suatu negara dipenuhi oleh negara yang telah surplus.

Kelebihan produksi suatu negara dikirim ke negara lain yang minus atau berkekurangan. Semua perbedaan itu menjadi pendorong yang kuat ke arah terbentuknya kerja sama antarnegara.

Macam-macam Kerjasama

Secara garis besar, bentuk kerja sama itu dapat dibedakan sebagai berikut.
  1. Menurut daerah dan wilayah geografis, misalnya kerja sama antarnegara Asia, Eropa, Amerika Latin dan kerja sama regional lainnya.
  2. Menurut tujuan dan sifat usaha, banyak terbentuk organisasi seperti kerja sama antarnegara di bidang usaha dan kepentingan tertentu. Misalnya, kerja sama di bidang sumber daya alam, produksi, kesehatan, keuangan, investasi, tenaga kerja, pembangunan daerah, olahraga, keamanan dan pertahanan, dan bidang usahausaha lainnya.

Usaha kerja sama antarnegara itu diwujudkan dalam bentuk organisasi menurut wilayah, tujuan serta lapangan usaha. Selain melalui bentuk organisasi, kerja sama antarnegara itu dilakukan pula secara langsung dengan suatu negara atau dengan beberapa negara lain di dunia.

Jika satu negara menjalin kerja sama dengan negara lain, hubungan kerja sama itu disebut kerja sama bilateral. Jika menyangkut banyak negara disebut kerja sama multilateral.

Kerja sama bilateral itu dapat berupa perjanjian kerja sama dalam bidang ekonomi, perdagangan, keuangan, teknologi, kebudayaan, tenaga ahli, dan lain-lain.

Hubungan kerja sama yang dilakukan oleh suatu negara dengan berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dalam bidang perdagangan, kebudayaan, politik, sosial, dan lain-lain. Banyak pula negara menjalin kerja sama berdasarkan wilayah atau daerah yang secara geografis bertetangga.

Hubungan yang demikian lazim disebut kerja sama regional. Misalnya, kerja sama negara-negara di kawasan Asia Tenggara: ASEAN (Association of South East Asian Nations), MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) atau EEC (European Economic Community), APEC (Asia Pacific Economic Cooperation = kerja sama ekonomi negara-negara Asia Pasifik), AFTA (Asean Free Trade Area) atau kawasan perdagangan bebas negara-negara ASEAN dan NAFTA (North American Free Trade Area) atau kawasan perdagangan bebas negara-negara Amerika Utara.

Pada umumnya kerja sama itu diwujudkan dalam bentuk-bentuk perjanjian kerja sama yang harus ditaati dan dihormati serta dilaksanakan oleh negara-negara yang terikat dalam perjanjian itu.

Jadi kerja sama antarnegara ialah hubungan suatu negara dengan negara lain dalam berbagai bidang kegiatan dan usaha yang bertujuan untuk mencapai kepentingan dan keuntungan bersama.

Kerja sama antarnegara yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi disebut kerja sama ekonomi. Sampai di sini, apakah kamu sudah memahami apa yang dimaksud dengan kerja sama antarnegara di bidang ekonomi?

Coba sebutkan contoh kerja sama bilateral yang pernah kamu baca atau dengar dari media massa. Demikian pula dengan kerja sama multilateral.

Macam-macam Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional

Hubungan kerja sama ekonomi antarnegara dapat dilakukan dengan cara mengadakan perjanjian kerja sama yang meliputi hal-hal berikut.
  1. Kerja sama bilateral, yaitu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh dua negara yang tujuannya saling menguntungkan kedua belah pihak, misalnya kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Jepang. Ini berarti kerja sama tersebut hanya melibatkan dua negara saja.
  2. Kerja sama regional, yaitu bentuk kerja sama yang dilakukan oleh beberapa negara dalam satu region (kawasan), misalnya ASEAN, AFTA, NAFTA, MEE sekarang menjadi Uni Eropa, Benelux, dan Colombo Plan.
  3. Kerja sama multilateral, yaitu bentuk kerja sama yang tidak dibatasi oleh suatu kawasan tertentu. Kerja sama multilateral ini ada yang di bawah naungan PBB dan ada yang tidak di bawah naungan PBB. Kerja sama dalam bidang ekonomi sosial di bawah naungan PBB misalnya adalah Economic and Social Council (ECOSOC) atau dewan ekonomi dan sosial (DES).
  4. Kerja sama menurut tujuan dan lapangan usaha, yaitu bentuk kerja sama yang dibentuk berdasarkan tujuan yang sama dan lapangan usaha yang sama, misalnya OPEC, CIPEC, ANRPC, ITC, ACC, dan ADB.

Bidang-bidang Kerja Sama

Kerja sama ekonomi tersebut mencakup berbagai bidang berikut.

1. Kerja sama produsen (negara produsen).

Kerja sama ini dilakukan oleh negara-negara produsen, yang antara lain secara bersama-sama mengeluarkan kebijakan, misalnya menentukan jumlah produk yang harus dihasilkan dan menentukan harga pasar. Contoh bentuk kerja sama negara produsen, yaitu OPEC, APEC, dan IBA.

2. Kerja sama keuangan.

Kerja sama ini bertujuan untuk saling membantu dalam bidang keuangan, baik untuk pembiayaan pembangunan maupun pembiayaan ekspor impor. Contoh lembaga kerja tersebut adalah IMF dan IBRD.

3. Kerja sama perdagangan dan tarif.

Kerja sama ini mengatur tarif dan ketentuan dalam perdagangan. Contoh bentuk kerja sama ini adalah GATT, ITO, dan APEC.

4. Pasar bersama.

Dalam kerja sama pasar bersama, anggota bebas melakukan pemindahan faktor produksi dan hasil produksi dengan mengurangi hambatan seminimal mungkin. Misalnya MEE.

5. Kerja sama perburuhan.

Dalam kerja sama ini diatur mengenai hak dan kewajiban buruh. Misalnya, ILO.

Baca juga: Mengatasi Memudarnya Jati Diri Bangsa

0 Response to "Macam-macam Bentuk Kerjasama Antarnegara di Bidang Ekonomi"

Post a Comment