Kronologi Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru dan Munculnya Gerakan Reformasi 1998

Berikut ini adalah pembahasan tentang runtuhnya orde baru yang meliputi runtuhnya pemerintahan orde baru, runtuhnya orde baru, gerakan reformasi, jatuhnya orde baru, jatuhnya pemerintahan orde baru, sebab sebab runtuhnya orde baru, kronologi jatuhnya orde baru, kronologi jatuhnya pemerintahan orde baru, kronologi runtuhnya orde baru, sebab sebab runtuhnya pemerintahan orde baru, munculnya gerakan reformasi, gerakan reformasi 1998, tuntutan reformasi tahun 1998.

Runtuhnya Pemerintahan Orde Baru

Orde Baru yang muncul sebagai koreksi total terhadap Orde Lama ternyata hanya dalam ucapan. Dalam perjalanan waktu, ternyata selama Orde Baru berkuasa banyak terjadi penyimpangan yang membawa Indonesia ke dalam krisis multi dimensi.

A. Krisis multidimensi

Runtuhnya pemerintahan Orde Baru pada bulan Mei 1998 yang telah berkuasa selama 32 tahun terjadi karena krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997.

Krisis Ekonomi

Krisis tersebut mampu membuka semua kebobrokan praktik politik pemerintahan Orde Baru, seperti kolusi, korupsi, dan nepotisme yang telah dijalankan oleh para elite politik dan para konglomerat.

Keruntuhan Orde Baru yang ditandai pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998 dan tuntutan reformasi masyarakat disebabkan krisis multidimensional yang melanda negara Indonesia.

Disebut multidimensional karena krisis yang dihadapi menyangkut masalah ekonomi, moneter (krismon),politik, kepemimpinan, peran militer, dan peran masyarakat.

Krisis ekonomi ditandai dengan jatuhnya nilai mata uang rupiah terhadap nilai mata uang dolar Amerika. Jatuhnya nilai rupiah diikuti dengan melambungnya harga-harga kebutuhan pokok (sembako).

Krisis Politik

Krisis ekonomi ini berpengaruh besar terhadap terjadinya krisis politik. Krisis politik di Indonesia ditandai dengan munculnya ketidakpercayaan kaum intelektual terutama mahasiswa terhadap kepemimpinan Presiden Soeharto.

Ketidakpercayaan juga ditujukan pada angkatan bersenjata yang menjadi pendukung utama Orde Baru dan dianggap menjadi bagian dari sumber krisis.

Krisis yang melanda Indonesia juga disebabkan berbagai praktik KKN yang telah lama dilakukan oleh rezim Orde Baru. KKN adalah singkatan dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme.

Kolusi antara elit politik Orde Baru dan para pengusaha (konglomerat) hanya menguntungkan elit politik dan pengusaha saja. Sebaliknya, rakyat hanya menerima akibat buruk dari praktik tersebut.

Korupsi yang dilakukan oleh para pejabat negara telah menguras sumber ekonomi negara sehingga uang yang seharusnya digunakan untuk kemakmuran rakyat tidak sampai pada sasarannya.

Adapun nepotisme adalah praktik penguasa yang lebih mementingkan anggota keluarga, kenalan atau golongannya untuk memperoleh jabatan serta kesempatan-kesempatan dalam dunia usaha.

B. Munculnya Gerakan reformasi 1988

Penderitaan rakyat akibat krisis ekonomi ditanggapi oleh kelompok intelektual, khususnya para mahasiswa. Para mahasiswa mulai turun ke jalan.

Tuntutan para mahasiswa adalah sebagai berikut.
  1. Pemerintah segera mengatasi krisis ekonomi.
  2. Menuntut dilaksanakannya reformasi di segala bidang.
  3. Menuntut dilaksanakannya sidang istimewa MPR.
  4. Meminta pertanggungjawaban presiden.

Aksi mahasiswa menuntut Presiden Soeharto mundur terjadi setelah peristiwa penembakan sejumlah mahasiswa oleh aparat keamanan dan meninggalnya empat mahasiswa Trisakti - Jakarta pada tanggal 12 Mei 1998.
Para mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR menuntut Presiden Soeharto mengundurkan diri.
Gambar: Para mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR menuntut Presiden Soeharto mengundurkan diri.

Sejak peristiwa penembakan itu, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia berdemonstrasi di berbagai kampus di Jakarta serta di Gedung DPR/MPR Jakarta.

Puncak dari demonstrasi mahasiswa terjadi pada tanggal 19–21 Mei 1998 di depan Gedung DPR/MPR sampai munculnya pernyataan Presiden Soeharto mundur dari jabatannya dan digantikan BJ. Habibie.

Runtuhnya pemerintahan Orde Baru menyulut kerusuhan besar di Jakarta pada tanggal 14 Mei 1998. Kerusuhan itu merembet ke kota-kota besar lainnya seperti Solo, Surabaya, Medan, dan Padang.

Ratusan bangunan dan kendaraan dihancurkan dan dibakar massa. Sebagian warga Tionghoa yang menjadi sasaran amuk kerusuhan. Kondisi pada waktu itu menjadi tidak menentu.

Sementara itu, mahasiswa bersama rakyat yang berdemonstrasi di jalan-jalan semakin gencar menuntut Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.

C. Presiden Soeharto Mengundurkan diri

Situasi Indonesia sudah tidak menentu. Presiden Soeharto mempersingkat kunjungannya di Mesir. Sejak tanggal 19 Mei 1998, ribuan mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR.

Tuntutan supaya Presiden Soeharto mundur dari kursi presiden semakin menguat. Menghadapi tuntutan itu, Presiden Soeharto mengadakan pertemuan dengan 9 tokoh masyarakat.

Presiden Soeharto menyatakan akan me-reshuffle Kabinet Pembangunan VII menjadi Kabinet Reformasi. Selain itu, akan dibentuk Komite Reformasi. Akan tetapi, para mahasiswa tetap menuntut Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.

Pembentukan Kabinet Reformasi gagal karena banyak tokoh tidak mau menjadi menteri dalam Kabinet Reformasi.
Akhirnya, pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundurkan diri. Ia diganti oleh B.J. Habibie. 
Sumpah jabatan presiden baru dilaksanakan di Istana Merdeka pada saat itu juga. Peristiwa pengunduran diri Soeharto ini menandai berakhirnya masa pemerintahan Orde Baru yang berlangsung selama 32 tahun.

Baca juga: Kehidupan Politik Orde Baru

0 Response to "Kronologi Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru dan Munculnya Gerakan Reformasi 1998"

Post a Comment