Letak Geografis dan Astronomis Filipina, Iklim, Bentang Alam, Bentuk Pemerintahan, Keadaan Ekonomi Sosial Budaya serta Luas dan Batas Wilayah Negara Filipina

Berikut ini adalah pembahasan tentang negara Filipina yang meliputi letak geografis Filipina, letak astronomis Filipina, batas negara Filipina, batas wilayah Filipina, bentang alam Filipina, iklim Filipina, keadaan sosial budaya Filipina, keadaan ekonomi Filipina, perekonomian Filipina, luas wilayah Filipina, bentuk pemerintahan Filipina, ibukota negara Filipina.

Negara Filipina

Filipina adalah koloni barat pertama yang mendapat kemerdekaan. Kemerdekaan penuh diterima dari Amerika Serikat pada tanggal 4 Juli 1946, setelah diduduki selama 50 tahun. Sebelum diduduki Amerika Serikat, negara ini telah dijajah Spanyol selama tiga abad.

Filipina adalah negara berbentuk republik dengan kepala negara dan pemerintahan seorang presiden. Ibukota Filipina adalah Manila yang terletak di Pulau Luzon.

a. Letak dan luas

Secara astronomis, Filipina terletak di antara 4o40’ LU – 21o20’ LU dan antara 116o40’ BT - 126oBT. 
Wilayah Filipina berbentuk kepulauan. Panjang vertikal seluruh wilayahnya (dari utara ke selatan) ±1.851 km, dan panjang horisontal (dari barat ke timur) ±1.062 km. Luasnya ±300.000 km2.

Berikut ini adalah batas-batas geografis wilayah Filipina.
  1. Sebelah utara : Selat Luzon.
  2. Sebelah selatan : Laut Sulawesi.
  3. Sebelah barat : Laut Cina Selatan.
  4. Sebelah Timur : Laut Filipina dan Samudra Pasifik.
Letak Geografis dan Astronomis Filipina, Iklim, Bentang Alam, Bentuk Pemerintahan, Keadaan Ekonomi Sosial Budaya serta Luas dan Batas Wilayah Negara Filipina
Gambar: Peta Filipina

b. Bentang alam

Filipina adalah negara kepulauan yang wilayahnya membentang di tepi barat Samudra Pasifik. Kepulauan Filipina terdiri dari 7.107 pulau, besar dan kecil. Pulau-pulau yang tergolong besar antara lain Luzon, Mindanau, Palawan, Mindoro, Panay, dan Cebu.

Ribuan pulau tersebut membentuk garis pantai yang berliku-liku dan panjang. Panjang keseluruhan garis pantai Filipina diperkirakan mencapai ±23.150 km.

Kepulauan Filipina terbagi atas tiga kawasan utama, yaitu Luzon, Visayan, serta Mindanao. Pulau Luzon adalah pulau terbesar yang membentang di utara.

Visayan merupakan kepulauan yang berada di bagian tengah, terdiri dari beberapa pulau kecil seperti Panay, Samar, Cebu, dan Negros. Pulau Mindanau adalah pulau terbesar kedua di selatan.

Secara keseluruhan wilayah Filipina dilalui oleh jalur Pegunungan Sirkum Pasifik, yang menuju ke Sulawesi. Akibatnya, di wilayah Filipina dapat dijumpai rangkaian pegunungan serta banyak gunung api aktif. Wilayah di antara rangkaian pegunungan tersebut, berupa dataran rendah.

Coba perhatikan peta Filipina pada atlas kalian! Amati karakter wilayahnya mulai dari Pulau Luzon di utara hingga Pulau Mindanau di selatan!

Di bagian barat Pulau Luzon kalian dapat menjumpai Pegunungan Cordillera Central dengan puncaknya Gunung Pulog (±2.918 m). Di bagian timurnya dapat dijumpai Pegunungan Sierra Madre.

Di sisi barat daya terdapat Pegunungan Zambales, serta Gunung Taal yang berada di tengah Danau Taal. Gunung Taal merupakan gunung api terendah di dunia.

Di Pulau Palawan (yang membujur di bagian barat daya Filipina), dapat dijumpai Pegunungan Victoria, dengan puncaknya Gunung Mantalingajan (±2.084 m). Di Kepulauan Visayan (berada di bagian tengah Filipina), dapat dijumpai beberapa gunung aktif.

Misalnya Gunung Baco (±2.918 m) dan Gunung Halcon (±2.488 m). Bagian tengah Pulau Panay, berupa dataran tinggi. Di Pulau Mindanao terdapat Gunung Apo (±2.954 m) merupakan gunung api tertinggi di Filipina, dan Pegunungan Diuata yang membujur di pantai timur.

Di wilayah ini dijumpai dataran rendah di Lembah Sungai Agusan dan Mindanao. Sungai-sungai di wilayah Filipina umumnya pendek dan berarus deras. Sungai yang biasa dilayari adalah Sungai Pasing (±22 km) yang melalui kota Manila.

Sungai-sungai penting lain adalah Sungai Gagayan, Pampangan, Agno (di Pulau Luzon), Sungai Agusan dan Sungai Mindanao (di Pulau Mindanao).

c. Iklim

Filipina memiliki iklim tropis, dengan suhu antara 24􀀃o– 30oC. Daerah yang memiliki suhu berbeda adalah Baguio (1.525 m) di sebelah barat Pulau Luzon, yaitu rata-rata hanya 18oC per tahun. Wilayah Manila di tepi pantai bersuhu rata-rata 26oC.

April dan Mei merupakan bulan terpanas, sedangkan bulan November – Februari adalah saat-saat sejuk. Curah hujan di Filipina cukup tinggi, yaitu antara 1.275 – 5.000 mm per tahun.

Wilayah Filipina (seperti Cina dan Vietnam) secara rutin mendapat pengaruh badai ganas disertai hujan deras dari Samudra Pasifik. Diperkirakan rata-rata ada 20 badai per tahun yang terjadi. Bencana rutin itu menimbulkan banjir, longsor, dan berbagai kerusakan serta menelan korban jiwa.

d. Sosial budaya

Pada tahun 2008, jumlah penduduk Filipina mencapai ±92.681.453 jiwa, dengan angka pertumbuhan cukup tinggi, yaitu 3%. Mayoritas penduduk Filipina adalah orang Filipino (80%).

Etnis lain adalah Cina, Mestizo (campuran Melayu dan Spanyol), Eropa dan Amerika, keturunan Cina-Eropa, dan Negrito (keturunan penduduk asli). Dua pertiga penduduk Filipina menempati Pulau Luzon, terutama di kota Manila.

Agama utama di Filipina adalah Katolik Roma. Orang Moro di pulau-pulau bagian selatan dikenal sebagai kelompok kecil pemeluk Islam. Bahasa resmi Filipina adalah bahasa Tagalok. Bahasa lain adalah Spanyol dan Inggris.

e. Perekonomian

Perekonomian Filipina didukung terutama oleh kegiatan jasa. Lebih dari 50% penduduk bekerja di sektor jasa.

Namun, bidang pertanian juga sangat penting. Sebanyak 35% penduduknya bekerja di bidang pertanian. Hasil utama pertaniannya antara lain padi, jagung, sayuran, buah-buahan, tebu, tembakau, abaka, dan kelapa.

Dalam bidang kehutanan, Filipina termasuk penghasil kayu potensial. Jenis kayu yang dihasilkan antara lain cedar, pinus, eboni, dan mahoni.

Pertambangan Filipina menghasilkan beberapa bahan tambang seperti emas, perak, nikel, tembaga, besi, dan lain-lain. Industri yang dikembangkan meliputi industri tekstil, makanan dan minuman, obat-obatan, perakitan elektronik, dan lain-lain.

f. Hubungan dengan Indonesia

Selain memiliki hubungan diplomatik yang baik, Filipina dan Indonesia juga menjalin kerja sama dalam bidang perekonomian.

Kedua negara anggota APEC dan WTO, serta memiliki kerja sama ekspor impor. Ekspor Indonesia ke Filipina adalah minyak mentah, besi , baja, alumunium dan pupuk. Ekspor Filipina ke Indonesia adalah hasil penyulingan minyak bumi, gula, dan madu.

Selain itu kedua negara juga melakukan kerja sama dalam hal perikanan, pertanian, kehutanan, pendidikan dan kebudayaan. Akhir-akhir ini kedua kegara juga menyepakati kerja sama bidang energi, termasuk energi geotermal.

0 Response to "Letak Geografis dan Astronomis Filipina, Iklim, Bentang Alam, Bentuk Pemerintahan, Keadaan Ekonomi Sosial Budaya serta Luas dan Batas Wilayah Negara Filipina"

Post a Comment