Cumi-cumi Raksasa di Perairan Antartika

Robot Isis Jelajahi Laut Dalam Antartika

Sebentar lagi misteri di laut dalam Antartika akan terungkap. Pasalnya, Isis, sebuah robot keluaran baru dari Inggris akan diuji coba di sana, hingga kedalaman 6,5 kilometer ke bawah laut.

Isis sebenarnya adalah robot dengan remote kontrol (ROV) pertama yang dibuat Inggris. Tugas pertamanya adalah menemani para peneliti laut dalam untuk urusan ilmiah.

Menurut Prof Julian Dowdeswell (Universitas Cambridge)–pemimpin ekspedisi ilmiah–perjalanan itu merupakan upaya untuk melihat dasar laut dalam di Samudra Antartika.

Dari analisis yang mereka punyai, dasar laut yang ada di Antartika sekarang merupakan sedimen pesisir Margarita, yaitu daratan es masif yang diperkirakan telah ada sejak 20.000 tahun lalu.

Sejarah lingkungan di Antartika dipengaruhi oleh sedimen tersebut,” ucap Dowdeswell dalam penjelasannya yang dikutip BBC.

Dengan menggunakan Isis sekarang kami dapat melihat dan mengambil sampel sedimen dengan lebih detail,” lanjutnya.

Dan jelas hasil dari penelitian ini akan membantu para peneliti untuk lebih mengerti aktivitas glasial purba yang pernah ada di Antartika. Misi penelitian itu sendiri rencananya dimulai pertengahan Januari 2007, selama tiga minggu.

Makhluk Laut

Selain mencari awal dari sedimen glasial, juga dilakukan penelitian lain. Salah satunya adalah penelitian mengenai mahluk laut dalam yang dilakukan oleh Prof. Paul Tyler dari Pusat Oseanografi Nasional (NOC) Inggris.

Dalam penelitiannya, Tyler yang juga ahli biologi laut akan meneliti makhluk laut disekitar pesisir Marguerite. “Saya tertarik pada pengaruh dari sedimen glasial yang ada saat ini terhadap fauna yang ada di sana,” tuturnya, pada kesempatan yang lain.

Selain itu, Tyler juga menyatakan ia ingin mempelajari bagaimana hewan laut tersebut beradaptasi dengan hawa dingin lautan dan tumbuh makin ke dalam laut.

Dengan robot Isis, saya yakin bisa melihat bagaimana itu semua bisa terjadi. Selain juga mencari bukti mengapa satu mahluk dapat hidup makin ke dalam laut, sementara yang lain tidak,” paparnya kemudian.

Cumi-cumi Raksasa

Dalam lautan Antartika kini terdapat cumi-cumi raksasa, ikan berlampu, ubur-ubur, dan kehidupan dalam laut lain yang pernah. “Ini makin menarik karena tidak pernah ada yang melakukan hal serupa sebelumnya,” ucapnya.
Cumi-cumi Raksasa di Perairan Antartika
Gambar: Cumi-cumi Raksasa di Perairan Antartika

Cumi-cumi raksasa (bahasa Inggris: giant squid; genus Architeuthis) adalah sejenis cumi-cumi yang tinggal di laut dalam dalam keluarga Architeuthidae.

Ia adalah Sefalopoda terbesar, perkiraan terbaru menempatkan ukuran maksimum di 13 m (43 kaki) untuk wanita dan 10 m (33 kaki) untuk laki-laki dari sirip posterior ke ujung dua panjang tentakel (kedua hanya untuk cumi-cumi kolosal di sekitar 14 m (46 kaki), salah satu Invertebrata hidup terbesar).

Mantel adalah sekitar 2 m (6,6 ft) panjang (lebih untuk perempuan, kurang untuk laki-laki), dan panjang cumi-cumi termasuk tentakel (tapi termasuk kepala dan lengan) jarang melebihi 5 m (16 kaki).

Klaim spesimen berukuran 20 m (66 kaki) atau lebih belum ilmiah didokumentasikan. Jumlah spesies cumi-cumi raksasa yang berbeda telah diperdebatkan, tetapi penelitian genetik terbaru menunjukkan bahwa hanya ada satu spesies.

Pada tahun 2004 peneliti Jepang mengambil gambar pertama dari cumi-cumi raksasa hidup di habitat alaminya, dan pada Juli 2012 dewasa hidup pertama kali difilmkan di habitat alaminya off Chichijima.

(Sumber: Sinar Harapan 15 November 2007)

0 Response to "Cumi-cumi Raksasa di Perairan Antartika"

Post a Comment