Keadaan Iklim dan Sosial Budaya di Kawasan Asia Tanggara

Berikut ini adalah pembahasan tentang keadaan iklim di kawasan asia tenggara, iklim di asia tenggara, sosial budaya di asia tenggara, kehidupan di asia tenggara, kebudayaan asia tenggara, atau budaya asia tenggara.

Iklim di Asia Tenggara

Secara keseluruhan, wilayah Asia Tenggara berada di sekitar ekuator/ khatulistiwa, yaitu di antara garis balik utara (23o30’ LU) dan garis balik selatan (23o30’ LS).

Kesamaan letak astronomis tersebut menyebabkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara memiliki iklim yang tidak jauh berbeda.

  1. Daerah di sekitar garis ekuator (Pulau Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera di Indonesia, Malaysia, dan Brunei) memiliki iklim ekuator, yaitu iklim tropis dengan curah hujan tinggi. Musim hujan dan kemarau berganti setiap setengah tahun sekali. Oleh karena itu, di kawasan ini banyak terdapat hutan hujan tropis.
  2. Wilayah-wilayah di atas atau di bawah garis ekuator (Filipina Utara, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Myanmar; Pulau Jawa, Sumba, Flores dan sebagainya di wilayah Indonesia; serta Timor Leste) mengalami iklim musim tropika. Di wilayah tersebut banyak ditemui hutan musim dan sabana.
  3. Daerah-daerah pegunungan memiliki iklim pegunungan. Kawasan ini juga banyak mendapat hujan orografis. Oleh karenanya banyak ditemui hutan-hutan lebat di daerah pegunungan.

Kehidupan Sosial budaya di Asia Tenggara

Penduduk asli Asia Tenggara adalah bangsa Melayu yang termasuk ras Mongoloid. Bangsa ini datang dari daratan Cina, ± 2.500 tahun lalu.

Awalnya, bangsa ini banyak dijumpai di wilayah Indonesia dan Filipina, namun kemudian menyebar ke berbagai pulau. Dalam perkembangannya, penduduk Asia Tenggara terdiri dari berbagai macam suku bangsa.

Menurut data CIA The World Factbook tahun 2008, jumlah penduduk di Asia Tenggara mencapai ± 581,853,468 jiwa. Rata-rata pertumbuhan penduduk mencapai 2,34% per tahun.

Perhatikan tabel di bawah, yang menunjukkan jumlah penduduk dan luas wilayah negara-negara Asia Tenggara. Indonesia adalah negara dengan penduduk paling banyak, sedangkan Singapura berpenduduk paling sedikit.
Keadaan Iklim dan Sosial Budaya di Kawasan Asia Tanggara
Tabel: Jumlah penduduk dan luas wilayah negara-negara di kawasan Asia Tenggara

Tata kehidupan masyarakat Asia Tenggara memiliki beberapa kesamaan. Misalnya, kehidupan agraris dan keagamaan. Sebagian besar negara Asia Tenggara memiliki masyarakat agraris.

Kegiatan pertanian tradisional masih banyak ditemui di berbagai negara. Oleh karenanya, sebagian besar masyarakat tinggal di daerah-daerah subur, seperti lembah sungai dan pegunungan.

Agama utama masyarakat Asia Tenggara adalah Islam, Buddha, Hindu, dan Katolik Roma. Agama Islam yang dibawa para pedagang Islam dipeluk oleh mayoritas penduduk di wilayah Malaysia dan Indonesia.

Mayoritas penduduk Myanmar, Thailand, Laos, dan Kamboja adalah pemeluk Buddha, yang dibawa dari India. Agama Katolik Roma banyak dipeluk oleh masyarakat Filipina.

Bahasa utama yang digunakan di wilayah Asia Tenggara adalah bahasa Melayu, dan beberapa bahasa peninggalan masa penjajahan, seperti Inggris, Portugis, dan Spanyol.
Keadaan Iklim dan Sosial Budaya di Kawasan Asia Tanggara
Gambar: Kehidupan agraris menjadi corak bagi negara-negara
di kawasan Asia Tenggara yang berada di sekitar khatulistiwa.

Demikian pembahasan tentang keadaan iklim di kawasan asia tenggara, iklim di asia tenggara, sosial budaya di asia tenggara, kehidupan di asia tenggara, kebudayaan asia tenggara, atau budaya asia tenggara.

0 Response to "Keadaan Iklim dan Sosial Budaya di Kawasan Asia Tanggara"

Post a Comment