Latar Belakang Sejarah Konfrontasi Indonesia – Malaysia 1963

Berikut ini merupakan pembahasan yang masih terkait dengan kehidupan politik luar negeri indonesia yang konfrontatif sehingga berdampak pada Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia, konfrontasi indonesia - malaysia, mengapa terjadi konfrontasi dengan malaysia, peristiwa ganyang malaysia, konfrontasi malaysia 1963, mengapa indonesia melakukan konfrontasi dengan malaysia, perang indonesia malaysia.

Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia

Rencana pembentukan negara Federasi Malaysia yang diprakarsai Inggris menimbulkan persoalan baru bagi negara-negara yang berdampingan, misalnya Indonesia, Filipina, dan Malaya.

Indonesia secara tegas menentang pembentukan Federasi Malaysia. Indonesia menganggap pembentukan Federasi Malaysia adalah proyek neokolonialis Inggris yang membahayakan revolusi Indonesia.

Satu pangkalan militer asing yang ditujukan antara lain untuk menentang Indonesia dan juga menentang New Emerging Forces di Asia Tenggara. Oleh karena itu, pembentukan federasi itu harus digagalkan.

Pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Philipina mengadakan beberapa kali pertemuan untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Perundingan dilaksanakan dari bulan April - September 1963.

Berikut ini adalah rangkaian pertemuan ketiga negara yang membahas masalah pembentukan negara federasi Malaysia.

  • Tanggal 9–17 April 1963. Di Philipina, para menteri luar negeri ketiga negara bertemu untuk membicarakan masalah pembentukan Federasi Malaysia, kerja sama antarketiga negara, dan mempersiapkan pertemuan-pertemuan selanjutnya.

  • 1 Juni 1963. Presiden Soekarno (Indonesia) dan PM Tengku Abdul Rachman (Malaya) mengadakan pertemuan di Tokyo, Jepang. PM Malaya menyatakan kesediaannya untuk membicarakan masalah yang sedang dihadapi dengan Presiden RI dan Presiden Filipina, baik mengenai masalah-masalah yang menyangkut daerah Asia Tenggara maupun rencana pembentukan Federasi Malaysia.

  • Tanggal 7–11 Juni 1963. Menteri luar negeri Malaya, Indonesia, dan Philipina bertemu di Manila untuk membicarakan persiapan rencana pertemuan 3 kepala pemerintahan.

  • Tanggal 9 Juli 1963. Perdana Menteri Tengku Abdul Rachman menandatangani dokumen pembentukan Negara Federasi Malaysia di London. Tindakan ini membuat negara Filipina dan Indonesia bersitegang dengan Malaysia.

  • Tanggal 3 Juli - 5 Agustus 1963. Kepala pemerintahan Malaysia, Filipina, dan Indonesia mengadakan pertemuan di Manila. Pertemuan ini menghasilkan Deklarasi Manila, Persetujuan Manila, dan Komunike Bersama. Dalam Persetujuan Manila antara lain dikatakan bahwa Indonesia dan Filipina akan menyambut baik pembentukan Federasi Malaysia apabila dukungan rakyat di daerah Borneo diselidiki oleh otoritas yang bebas dan tidak memihak, yaitu Sekretaris Jenderal PBB atau wakilnya.

  • Tanggal 16 September 1963. Negara Federasi Malaysia diresmikan, tanpa menunggu hasil penyelidikan dari misi PBB. Pemerintah Indonesia menuduh Malaysia telah melanggar Deklarasi Bersama.

  • Tanggal 17 September 1963. Masyarakat di Jakarta mengadakan demonstrasi di Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta. Tindakan tersebut dibalas oleh masyarakat Malaysia dengan melakukan demonstrasi terhadap Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Malaysia putus pada tanggal 17 September 1963. Sejak itu hubungan Indonesia dan Malaysia semakin memanas.

Pada tanggal 3 Mei 1964, Presiden Soekarno sebagai Panglima Tertinggi ABRI dan kepala negara berpidato mengenai Dwikora. Isi pidato itu antara lain sebagai berikut.

  1. Perhebat revolusi Indonesia.
  2. Bantu perjuangan revolusioner rakyat Malaya, Singapura, Sabah, Serawak, dan Brunei untuk membubarkan Negara Boneka Malaysia.

Latar Belakang Sejarah Konfrontasi Indonesia – Malaysia 1963
Gambar: Panglima Tertinggi ABRI (Presiden Soekarno) 1964

Reaksi Indonesia

Untuk menggagalkan pembentukan Negara Federasi Malaysia itu pemerintah melakukan beberapa
tindakan, antara lain:

  1. pemerintah mengadakan konfrontasi senjata dengan Malaysia;
  2. pembentukan sukarelawan yang terdiri dari ABRI dan masyarakat; dan
  3. mengirimkan sukarelawan ke Singapura dan Kalimantan Utara, wilayah Malaysia, melalui Kalimantan untuk melancarkan operasi terhadap Angkatan Perang Persemakmuran Inggris.

Dampak Konfrontasi Indonesia - Malaysia

Konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia membawa beberapa akibat berikut.

  1. Timbulnya politik Poros Jakarta—Peking.
  2. Hilangnya simpati rakyat Malaysia terhadap Indonesia.
  3. Kerugian materi yang sudah dikeluarkan untuk biaya konfrontasi.

Demikian pembahasan Lengkap tentang sejarah dan latar belakang kronologi konfrontasi Indoensia dengan Malaysia.

0 Response to "Latar Belakang Sejarah Konfrontasi Indonesia – Malaysia 1963"

Post a Comment