Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya beserta Contohnya Lengkap

Berikut ini merupakan pembahasan tentang bentuk bentuk perubahan sosial budaya beserta contohnya, bentuk-bentuk perubahan kebudayaan

Banyak hal yang dapat kita gunakan sebagai dasar dalam membeda-bedakan bentuk perubahan sosial. Perubahan sosial dapat berupa suatu kemajuan (progress), atau sebaliknya kemunduran (regress).

Macam-macam Bentuk Perubahan Sosial Budaya

Berdasarkan lamanya waktu, ada perubahan yang berjalan secara sangat lambat ada pula yang berjalan dengan cepat.

Berdasarkan dampaknya, ada perubahan yang kecil pengaruhnya ada juga perubahan yang besar pengaruhnya.

Berdasarkan keinginan masyarakat, ada perubahan yang dikehendaki ada pula perubahan yang tidak dikehendaki.

Berikut ini akan kita bahas bentuk-bentuk perubahan ini satu per satu.

A. Bentuk perubahan sosial dilihat dari maju atau mundurnya

Ada perubahan yang dapat dilihat sebagai suatu kemajuan, namun ada juga perubahan yang dapat dilihat sebagai suatu kemunduran.

a. Perubahan sebagai suatu kemajuan (progress)

Perubahan dipandang sebagai suatu kemajuan bila perubahan itu membawa kemajuan bagi masyarakat.

Dengan kata lain perubahan yang terjadi membawa keuntungan bagi kehidupan masyarakat. Masyarakat memperoleh kemudahan-kemudahan melalui perubahan-perubahan yang terjadi.

Dalam usaha memenuhi kebutuhan hidupnya manusia akan menghadapi hambatan dan tantangan. Manusia harus berpikir tentang alat atau cara apa yang harus dipergunakan untuk mengatasi tantangan tersebut agar kebutuhan-kebutuhan hidupnya dapat dipenuhi.

Jadi, dapat dikatakan bahwa proses perubahan masyarakat dalam arti progress adalah proses pembangunan masyarakat.

Tujuan pembangunan masyarakat adalah untuk memperbaiki harkat dan martabat hidup manusia
dengan mempergunakan kemajuan ilmu pengetahuan.

Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan akan menghasilkan kemajuan teknologi. Dengan kemajuan teknologi diharapkan manusia lebih bisa menikmati hidupnya.

Contoh perubahan dalam arti progress

Contoh perubahan dalam arti progress adalah listrik masuk desa, penemuan alat-alat transportasi, dan penemuan alat-alat komunikasi.

- Masuknya jaringan listrik membuat kebutuhan orang akan penerangan terpenuhi dan Penggunaan alat-alat elektronik meringankan pekerjaan rumah tangga dan memudahkan orang mendapatkan hiburan dan informasi.

- Penemuan alat-alat transportasi memudahkan orang mengadakan perjalanan dan memudahkan proses pengangkutan.

- Penemuan alat-alat komunikasi modern seperti telepon dan internet, membuat komunikasi jarak jauh semakin lancar.

b. Perubahan sebagai suatu kemunduran (regress)

Perubahan dipandang sebagai suatu kemunduran bila perubahan itu membawa pengaruh kurang menguntungkan bagi masyarakat sehubungan dengan bidang-bidang kehidupan tertentu.

Misalnya, penggunaan traktor dalam pengolahan tanah pertanian. Penggunaan traktor dalam mengolah lahan pertanian di satu sisi memang menguntungkan usaha pertanian.

Namun dalam waktu yang bersamaan, penggunaan traktor mengikis kebiasaan gotong royong masyarakat desa yang sudah dijalankan turun-temurun. Dengan traktor pengolahan sawah dapat dilakukan lebih cepat tanpa memerlukan banyak tenaga manusia.

Akhirnya kebiasaan bergotong royong dalam mengolah tanah mulai hilang. Konsekuensinya, gotong royong sebagai sarana komunikasi dan sarana tatap muka di pedesaan akan lenyap dan intensitas hubungan di antara keluarga semakin menyusut.

Demikian pula halnya dengan perkembangan sarana komunikasi dapat mengurangi intensitas masyarakat dalam berkomunikasi secara langsung.
Gambar: Penggunaan mesin traktor untuk mengolah lahan pertanian
bisa mempercepat pengolahan lahan.
Namun bisa pula mengikis kebiasaan gotong royong.
Dalam arti kedua ini, penggunaan traktor dalam bidang pertanian
bisa dilihat sebagai suatu kemunduran.

B. Bentuk perubahan sosial dilihat dari lamanya proses perubahan

Dilihat dari waktu yang dibutuhkan, perubahan dibedakan menjadi perubahan sosial yang terjadi
secara lambat (evolusi) dan perubahan sosial yang terjadi secara cepat (revolusi).

a. Perubahan yang terjadi secara lambat (evolusi)

Evolusi adalah perubahan yang terjadi secara lambat dan melewati jangka waktu yang sangat panjang. Dalam evolusi terdapat rentetan perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti.
Perubahan kecil dalam satu hal diikuti oleh perubahan berikutnya. Perubahan-perubahan tersebut bisa saja terjadi karena masyarakat menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul seiring dengan pertumbuhan masyarakat.

Perubahan yang terjadi secara lambat dalam evolusi sulit dilihat. Karena terjadinya sangat lambat, anggota masyarakat yang bersangkutan tidak menyadari perubahan tersebut.

Untuk mengetahui terjadinya perubahan evolusi dibutuhkan penelitian yang mendalam. Cara untuk melihat terjadinya suatu evolusi adalah dengan membandingkan keadaan masa lalu dengan kenyataan yang ada dalam masyarakat sekarang ini.

Misalnya, perubahan peranan wanita dalam keluarga. Perlahan-lahan, melalui proses yang panjang peranan wanita dalam keluarga berubah dari masa ke masa.

Dalam masyarakat dahulu, peran wanita dianggap kurang penting. Dalam kebanyakan masyarakat zaman sekarang laki-laki dan perempuan mempunyai peran yang sejajar. Kapan perubahan itu terjadi tidak diketahui dengan pasti.

Perubahan yang terjadi dalam evolusi berjalan dengan sendirinya, tidak ada yang merencanakan atau menghendaki. Masyarakat hanya menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.

b. Perubahan yang terjadi secara cepat (revolusi)

Revolusi adalah perubahan sosial budaya yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Ukuran kecepatan suatu perubahan revolusi sebenarnya relatif, karena revolusi pun dapat memakan waktu yang lama. 
Misalnya, revolusi industri di Inggris (1760-1850). Meskipun memerlukan waktu yang lama, perubahan sistem produksi tanpa mesin menuju ke sistem produksi menggunakan mesin di Inggris tetap disebut sebagai sebuah revolusi.

Perubahan tersebut dianggap sebagai sebuah revolusi karena mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan.

Ada revolusi yang direncanakan, tapi ada pula yang tidak direncanakan. Ada revolusi yang dilakukan dengan kekerasan, ada pula yang berjalan tanpa kekerasan.

Contoh revolusi yang dilakukan dengan kekerasan adalah revolusi Juli di Perancis. Suatu revolusi dapat juga berlangsung dengan didahului suatu pemberontakan. Misalnya, revolusi kemerdekaan di Indonesia.

Secara sosiologis, persyaratan-persyaratan berikut ini harus dipenuhi agar suatu revolusi bisa terjadi.

- Ada keinginan dari masyarakat banyak untuk mengadakan perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap situasi yang ada. Ketidakpuasan itu menimbulkan keinginan untuk mencapai keadaan yang lebih baik. Contohnya, Revolusi Perancis.

- Ada seorang atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat untuk mengadakan perubahan. Contohnya revolusi di Kuba yang dipimpin oleh Fidel Castro, revolusi kemerdekaan Indonesia yang dipimpin para tokoh pemimpin nasional.

- Pemimpin harus dapat menampung keinginan atau aspirasi dari rakyat untuk kemudian merumuskan aspirasi tersebut menjadi suatu program kerja.

- Ada tujuan konkret yang dapat dicapai. Artinya, tujuan itu dapat dilihat oleh masyarakat dan dilengkapi dengan ideologi tertentu.

- Ada momentum yang tepat untuk mengadakan revolusi. Contohnya, revolusi kemerdekaan yang terjadi di Indonesia. Kemerdekaan merupakan keinginan rakyat Indonesia yang waktu itu sudah bosan merasakan penderitaan di bawah penjajahan.

Hal ini disertai dengan munculnya sosok pemimpin yang dapat menampung aspirasi rakyat serta waktu pencetusan yang tepat di mana saat itu terjadi kekosongan pemerintah setelah menyerahnya Jepang kepada Sekutu.

Perubahan dalam revolusi dapat datang secara tiba-tiba dan sukar diperkirakan akibat-akibatnya. Revolusi membawa perubahan total dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat seperti perombakan struktur dan juga sistem nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.

Di dalam revolusi, bukan saja sistem pemerintahan, sistem politik, sistem nilai, dan lain-lain yang dirombak dan diganti, tetapi juga haluan politik dan pimpinan yang memegang posisi dalam masyarakat itu ikut diganti.

Jadi, dalam revolusi telah terjadi pergeseran yang menyangkut semua aspek kehidupan sosial, politik,
budaya, dan ekonomi di dalam masyarakat. Misalnya, Proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dilihat sebagai sebuah revolusi karena terdapat perubahan besar di segala bidang kehidupan.

C. Bentuk perubahan sosial dilihat dari dampaknya

Dilihat dari dampak yang ditimbulkannya perubahan sosial dibedakan menjadi perubahan yang kecil pengaruhnya dan perubahan yang besar pengaruhnya.

a. Perubahan yang kecil pengaruhnya

Ada banyak perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Namun tidak semua perubahan membawa dampak yang besar dan luas. Inilah yang dinamakan perubahan yang kecil pengaruhnya.

Perubahan yang kecil pengaruhnya adalah perubahan yang tidak membawa perubahan berarti bagi masyarakat secara keseluruhan. Masyarakat tidak merasakan dampak perubahan tersebut karena tidak melibatkan perubahan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Termasuk perubahan yang kecil dampaknya adalah perubahan mode pakaian, mode rambut, dan sebagainya.

b. Perubahan yang besar pengaruhnya

Di antara banyak perubahan sosial yang terjadi, beberapa di antaranya memiliki dampak yang sangat besar dan meliputi wilayah yang luas. Perubahan sosial ini disebut perubahan yang besar pengaruhnya.

Perubahan-perubahan itu besar pengaruhnya karena mengubah lembaga-lembaga kemasyarakatan. Karena lembaga-lembaga kemasyarakatan berubah, maka dampaknya sangat nyata dalam masyarakat.

Misalnya, perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri mengubah pola hubungan kerja, sistem hak milik tanah, hubungan kekeluargaan, sistem stratifikasi masyarakat, dan sebagainya.

D. Bentuk perubahan sosial dilihat dari kehendak masyarakatnya

Dilihat dari kehendak masyarakatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan.

a. Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan (intended change)

Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan adalah perubahan yang telah diperkirakan atau telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihakpihak yang hendak mengadakan perubahan. Pihakpihak yang mengusahakan perubahan ini dinamakan pelaku perubahan (agent of change).

Para pelaku perubahan tersebut mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pemimpin untuk mengubah lembaga-lembaga kemasyarakatan.

Sebelum melakukan perubahan para agent of change mempengaruhi masyarakat. Para agent of change telah merencanakan sistem yang teratur untuk mempengaruhi masyarakat.

Sistem yang teratur dan direncanakan ini disebut rekayasa sosial (social engineering) atau sering pula dinamakan perencanaan sosial (social planning).

Contoh perubahan yang direncanakan ini adalah lahirnya berbagai peraturan untuk menata kehidupan bersama. Misalnya, Undang-Undang Anti Korupsi yang bertujuan menghilangkan budaya korupsi dalam masyarakat.

b. Perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan (unintended/unplanned change)

Perubahan sosial yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan merupakan perubahan yang terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat atau kemampuan manusia. Perubahan ini dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan oleh masyarakat.

Kadang antara perubahan yang dikehendaki dan yang tidak dikehendaki mempunyai kaitan erat. Contohnya, mekanisasi teknologi pertanian seperti penggunaan traktor.

Perubahan-perubahan ini pada awalnya merupakan perubahan yang dikehendaki atau direncanakan. Bagi petani, kemajuan atau perubahan tersebut sangat menguntungkan, karena selain menghemat tenaga, penggunaan traktor juga mempersingkat waktu pengolahan tanah dibandingkan dengan membajak menggunakan kerbau atau sapi.

Namun, timbul akibat lain yang memang tidak dikehendaki masyarakat, seperti memudarnya semangat kebersamaan atau kegotongroyongan warga untuk mengerjakan lahan pertanian mereka. Selain itu, semakin banyak buruh tani yang kehilangan pekerjaan karena tenaganya telah digantikan oleh mesin.

0 Response to "Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Budaya beserta Contohnya Lengkap"

Post a Comment