Sejarah Berdirinya MIAI dan Masyumi

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang sejarah MIAI, Sejarah berdirinya MIAI, Pengertian MIAI, sejarah Masyumi, sejarah berdirinya Masyumi, dan Masyumi.


MIAI dan Masyumi

MIAI adalah singkatan dari Majelis Islam Ala Indonesia. MIAI adalah ormas islam yang secara resmi didirikan pada tahun 1937 berdasarkan pertemuan pada tanggal 18-21 September di Surabaya. Pemimpin MIAI pertama adalah K.H. Mas Mansyur dan Wondoamiseno dengan K.H. hasyim Asy'ari sebagai pencetusnya.

K.H. Mas Mansyur berasal dari Muhammadiyah sedangkan Wondoamiseno berasal dari Syarekat Islam. Organisai ini berdiri saat Belanda masih menjajah Indonesia.

Saat Jepang menduduki Indonesia awalnya Organisasi ini dibiarkan berkembang oleh Jepang karena golongan Islam dinilai paling anti barat dan hanya bergerak pada bidang amal (Baitulmal). Jepang juga ikut membantu MIAI dalam bentuk memberikan zakat dan mendirikan masjid.
Sejarah Berdirinya MIAI dan Masyumi
Gambar: Majelis Islam 'Ala Indonesia

KH Hasyim Asy'ari menjadi ketua badan legislatif dengan 13 organisasi  tergabung dalam MIAI. MIAI dapat berkembang menjadi  organisasi besar yang mendapat simpati dari seluruh umat islam Indonesia sehingga Jepang mulai mengawasi kegiatannya.

Bantuan Jepang ini berhasil dimanfaatkan oleh pemuka-pemuka Islam untuk kepentingan umat Islam di Indonesia. MIAI secara resmi dibubarkan Pemerintah Jepang di akhir Oktober 1943.

Sebagai gantinya, dibentuklah Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) yang dipimpin oleh K.H. Hasyim. Organisasi ini disahkan oleh Gunseikan pada tanggal 22 November 1943.

Susunan kepengurusan Masyumi adalah ketua  pengurus besar dipegang oleh K.H. Hasyim Asy'ari, wakil dari Muhammadiyah adalah K.H. Mas Mansur, K.H. Farid Ma'ruf,  K.H. Mukti, K.H. Hasyim, dan Kartosudarmo.

Adapun wakil dari NU adalah K.H. Nachrowi, Zainul Arifin, dan K.H. Mochtar. Ini merupakan wadah bagi seluruh kekuatan Islam.

Pada masa pendudukan Jepang Masyumi belum menjadi partai melainkan ormas yang menyatukan umat islam dari berbagai ormas yang diakui jepang pada masa itu, yaitu NU, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam, dan Persatuan Umat Islam Indonesia.

Masyumi berubah menjadi partai pada tanggal 7 November 1945 di Jogjakarta. Setelah menjadi partai Masyumi mendirikan surat kabar Abadi pada tahun 1947.

0 Response to "Sejarah Berdirinya MIAI dan Masyumi"

Post a Comment