Latar Belakang Pertempuran Ambarawa

Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang Latar Belakang Pertempuran Ambarawa, peristiwa ambarawa, pertempuran ambarawa, perang ambarawa, perang di ambarawa, peristiwa perang ambarawa, cerita perang ambarawa, dan pertarungan ambarawa.


Beberapa peristiwa pertempuran antara pasukan Sekutu dan Belanda melawan rakyat Indonesia terjadi di berbagai daerah, antara lain:

pertempuran di Surabaya, Bandung lautan api, pertempuran Medan area, peristiwa merah putih di Manado, pertempuran di Jakarta dan sekitarnya, pertempuran di Ambarawa, agresi militer Belanda pertama, agresi militer Belanda kedua, serangan umum 1 Maret 1949.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang materi Pertempuran ambarawa berikut peristiwanya, Jangan Pada ngantuk ya Guysss....

Pertempuran di Ambarawa

Latar Belakang Pertempuran Ambarawa
Gambar: Pejuang Ambarawa
Pertempuran di Ambarawa diawali kedatangan tentara Sekutu di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Mereka datang untuk mengurus tawanan perang. Pihak Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia.

Ternyata Sekutu diboncengi oleh NICA. Insiden bersenjata mulai timbul di Magelang. Kejadian itu meluas menjadi pertempuran setelah pasukan Sekutu membebaskan para interniran Belanda di Magelang dan Ambarawa.

Gencatan senjata terjadi setelah Presiden Soekarno turun tangan. Akan tetapi, secara diam-diam
Sekutu meninggalkan Magelang menuju Ambarawa pada tanggal 21 November 1945.

Mayor Sumarto memimpin perlawanan TKR dan para pemuda menentang tentara Sekutu. Gerakan tentara Sekutu berhasil ditahan di desa Jambu berkat bantuan dari resimen kedua yang dipimpin M. Sarbini, batalyon Polisi Istimewa di bawah pimpinan Onie Sastroatmodjo, dan batalyon dari Yogyakarta.

Dalam pertempuran di desa Jambu pada tanggal 26 November 1945 itu, Letkol Isdiman (Komandan Resimen Banyumas) gugur. Kolonel Soedirman (Panglima Divisi di Purwokerto) segera mengambil alih pimpinan.

Setelah mengadakan konsolidasi dengan para Komandan Sektor, Kolonel Soedirman memimpin pertempuran melawan Sekutu pada tanggal 12 Desember 1945.

Strategi Pertempuran di Ambarawa

Rencana dan strategi serangan disusun oleh para pahlawan kita adalah sebagai berikut.

1. Serangan dilakukan mendadak dan serentak dari berbagai sektor.

2. Setiap komandan sektor langsung memimpin pelaksanaan serangan.

3. Pasukan badan perjuangan menjadi tenaga cadangan.

4. Serangan dimulai pada pukul 04.30, tanggal 12 Desember 1945.

Dalam waktu satu setengah jam, TKR sudah mengepung kota Ambarawa. Empat hari kemudian tentara Sekutu mundur ke Semarang.

0 Response to "Latar Belakang Pertempuran Ambarawa"

Post a Comment