Ciri-ciri Negara Maju dan Berkembang Lengkap

Berikut ini akan dibahas tentang ciri-ciri negara berkembang dan ciri-ciri negara maju serta istilah-istilah yang berkaitan dengan negara berkembang dan negara maju, ciri-ciri negara maju dan berkembang, contoh negara maju, contoh negara berkembang, pengertian negara maju, pengertian negara berkembang, karakteristik negara maju dan berkembang, dan definisi negara maju.

1. Ciri-ciri Negara Berkembang dan Negara Maju

Memang uraian di atas sudah sedikit banyak menyinggung ciri-ciri negara berkembang dan negara maju serta persebarannya. Meskipun demikian, ciri-ciri tersebut dapat lebih diperjelas lagi dengan mendata berbagai materi yang tersebar menjadi satu bagian khusus. Nah, ciri-ciri negara berkembang dan negara maju dapat diuraikan lebih lanjut berikut.

a. Ciri-ciri negara berkembang

Negara berkembang memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut.

1. Jumlah dan tingkat pertumbuhan penduduk besar serta penyebaran kurang merata.

2. Kualitas penduduk masih kurang atau rendah, ditandai dengan:
  • Rendah atau kurangnya tingkat pendidikan penduduk;
  • Rendahnya tingkat pendapatan penduduk ditandai dengan rendahnya GNP dan pendapatan per kapita. Sebagian besar penduduk bekerja di sektor agraris. Distribusi pendapatan juga belum merata.
  • Rendah atau kurangnya tingkat kesehatan penduduk ditandai dengan rendahnya angka harapan hidup dan tingginya angka kematian bayi.
  • Teknologi masih kurang atau belum berkembang dengan baik. Pengoperasian teknologi impor dari negara maju masih mengandalkan tenaga ahli dari negara bersangkutan. Dalam hal ini negara berkembang masih tergantung pada negara maju.
3. Industri belum berkembang. Perekonomian negara masih didominasi oleh sektor agraris.

4. Pengolahan sumber daya alam masih kurang maksimal. Penyebab utama adalah kurangnya tenaga kerja terdidik/ahli dan belum adanya penggunaan teknologi modern.


b. Ciri-ciri negara maju

Dari pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan ciri-ciri negara maju sebagai berikut.

1. Tingkat pertumbuhan penduduk rendah.

2. Kualitas penduduk tinggi dan bersifat merata, ditandai dengan:
  • Tingginya tingkat pendidikan;
  • Tingginya tingkat pendapatan penduduk ditandai tingginya GNP dan pendapatan per kapita (Sebagian besar penduduk bekerja di sektor industri, perdagangan, dan jasa. Pendapatan merata dan tingkat pengangguran kecil);
  • Tingginya tingkat kesehatan penduduk ditandai dengan tingginya angka harapan hidup dan rendahnya angka kematian bayi.
3. Teknologi berkembang baik dan memiliki kemajuan pesat.

4. Industri menjadi tulang punggung perekonomian dan berkembang dengan pesat.

5. Pengolahan sumber daya alam dilakukan secara maksimal dengan bantuan tenaga ahli dan teknologi modern.

2. Beberapa Istilah Lain

Sering negara berkembang disebut sebagai negara dunia ketiga dan negara maju disebut negara dunia pertama. Mengapa disebut demikian? Lalu, negara-negara apa saja yang disebut negara dunia kedua? Apakah ada negara dunia keempat, dan seterusnya?

“Dunia Ketiga” adalah sebuah istilah yang pertama kali diciptakan pada 1952 oleh seorang ekonom dan demografer Perancis Alfred Sauvy dalam sebuah artikelnya yang terbit dalam majalah Perancis L'Observateur, yang terbit tanggal 14 Agustus 1952.

Istilah “dunia ketiga” semula dipakai untuk menyebut negara-negara yang tidak bersekutu dengan Blok Barat ataupun Blok Soviet yang sedang berkonfrontasi selama masa Perang Dingin. Sauvy memakai istilah “dunia ketiga“ untuk menyebut negara-negara yang sedang berkembang di kawasan Amerika Latin, Afrika, Oseania, dan Asia yang tidak bersekutu dengan Blok Barat atau Blok Kapitalis (disebut juga Blok NATO) selama Perang Dingin (1945-1989).

Itu berarti negara-negara dunia ketiga adalah negara-negara yang tidak termasuk Blok Barat. Negara negara yang masuk dan menjadi anggota Blok Barat, pada gilirannya, disebut sebagai negara-negara “dunia pertama”. Sementara, negaranegara “dunia kedua” adalah negara-negara yang menjadi anggota Blok Timur (Pakta Warsawa) ATAU Blok Komunis.

Istilah-istilah ini dipakai pasca Perang Dunia II dan terus mewarnai percaturan politik dunia selama masa Perang Dingin. Namun, istilah “dunia ketiga” dewasa ini digunakan untuk menyebut semua negara yang masuk dalam kategori “negara berkembang (developing country), tanpa memedulikan aliansi geopolitiknya. Dalam pemikiran Sauvy, “dunia ketiga” dihubungkan dengan “golongan ketiga” atau tiers etat dalam hierarki kekuasaan Perancis sebelum dan selama revolusi.

Golongan ketiga ini dilawankan dengan “golongan kedua” (para biarawan) dan “golongan pertama” (para bangsawan) yang memiliki berbagai hak istimewa. Perbandingan semacam ini memiliki implikasi bahwa dunia ketiga tidak hanya memiliki hakhak yang sangat terbatas dan dibatasi.

Dunia ketiga pun dieksploitasi untuk kepentingan dunia pertama. Praktik penjajahan baik sebelum Perang Dunia Ketiga maupun setelahnya menunjukkan kebenaran pemahaman Sauvy ini. Negara negara dunia ketiga umumnya berada di bawah penjajahan bangsa Eropa.

Eksistensi negara-negara tersebut terwujud dan diperjuangkan melalui perang melawan bangsa penjajah. Karena itu, keadaan ekonomi di negara-negara dunia ketiga sangat terkebelakang. Berbagai sumber daya alam dieksploitasi untuk kepentingan negara-negara dunia pertama alias penjajah.

Setelah Perang Dunia II pun negara-negara Barat (dunia pertama) dan negara-negara komunis (dunia kedua) berusaha dan bersaing menguasai negara-negara dunia ketiga. Demikianlah, negara-negara dunia ketiga masuk dan menjadi bagian yang diperebutkan selama masa Perang Dingin.

Itulah sebabnya mengapa negara-negara dunia ketiga pun sering disebut sebagai negaranegara non-blok (Non Align Countries). Untuk sebagiannya, istilah dunia ketiga (tidak termasuk Cina karena secara politik masuk menjadi anggota Blok Komunis) muncul pertama kali secara politik dalam Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955.

Pada saat inilah negaranegara Asia-Afrika yang tidak masuk dalam Blok Barat (dunia pertama) maupun Blok Timur (dunia kedua) mendeklarasikan diri sebagai negara-negar non-blok. Sejak saat inilah dunia ketiga identik dengan non-blok.

Belakangan ini muncul istilah “dunia keempat”. Istilah ini dipakai untuk menyebut negara-negara yang tidak berkembang dalam sektor industri dan menggantungkan hidup hanya dari sektor pertanian.

Istilah ini juga dipakai untuk menyebut negara-negara yang masyarakatnya masih hidup secara tradisional dan berpindah-pindah (nomaden). Negara-negara yang dikategorikan sebagai negara gagal (failed countries) pun dikategorikan sebagai negara-negara dunia keempat.

3. Peta Negara Berkembang dan Negara Maju

Berdasarkan ciri-ciri yang telah disebutkan sebelumnya dapat diketahui kelompok negara maju dan berkembang adalah sebagai berikut.

1. Kelompok negara maju
Negara maju terdapat di kawasan benua Eropa (Inggris, Perancis, Belanda, Swiss, Denmark, Swedia, dan Jerman), Amerika Utara (AmerikaSerikat dan Kanada), kawasan Asia (Jepang), dan kawasan Oceania (Australia dan Selandia Baru).

2. Kelompok negara berkembang
Negara berkembang terdapat di sebagian besar kawasan Asia (kecuali Jepang), sebagian Afrika (Tanzania, Kongo, Nigeria, Kenya, dan Uganda), dan sebagian Amerika Selatan dan Amerika Tengah (Colombia, Peru, dan Venezuela).

3. Kelompok negara dunia ketiga
Dalam tingkat lebih rendah di bawah negara berkembang adalah negara kurang berkembang dan negara terbelakang (negara dunia ketiga). Sebagian besar negara-negara di kawasan Afrika masuk dalam kelompok ini.
 Ciri2 dan Istilah-istilah lain tentang Negara Berkembang dan Negara Maju
Gambar: Peta Negara Maju dan Negara Berkembang

4. Kelompok negara industri baru
Setingkat lebih tinggi di atas negara berkembang yaitu negara industri baru, adalah Singapura, Cina, Hongkong, Korea Selatan, Taiwan (Asia Tenggara dan Asia Timur); Brasil dan Meksiko (Amerika Selatan dan Amerika Tengah); Yunani, Portugal,Spanyol, Yugoslavia (Eropa).

0 Response to " Ciri-ciri Negara Maju dan Berkembang Lengkap"

Post a Comment